Akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan hak asasi manusia yang masih belum dimiliki oleh jutaan orang di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses terhadap layanan air minum yang dikelola secara aman, dan sekitar 4,5 miliar orang tidak memiliki akses terhadap layanan sanitasi yang dikelola secara aman. Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian pada anak balita.

Dalam upaya mengatasi tantangan global ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pada tahun 2000, yang merupakan serangkaian delapan tujuan yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di seluruh dunia. Salah satu tujuannya, MDG99, berfokus secara khusus pada jaminan akses terhadap air bersih dan sanitasi untuk semua.

MDG99 merevolusi akses terhadap air bersih dan sanitasi dengan menetapkan target ambisius dan memobilisasi sumber daya untuk mencapainya. Sasarannya adalah mengurangi separuh jumlah penduduk yang tidak memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada tahun 2030. Hal ini berarti menyediakan akses terhadap sumber air bersih, seperti air pipa, sumur terlindung, dan mata air, serta memastikan akses terhadap fasilitas sanitasi, seperti toilet dan jamban, yang dapat membuang kotoran manusia dengan aman.

Salah satu strategi utama MDG99 adalah memprioritaskan kelompok yang paling rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan atau pemukiman informal. Dengan menargetkan kelompok-kelompok ini, MDG99 bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dalam akses terhadap air bersih dan sanitasi dan memastikan bahwa setiap orang, apa pun latar belakang mereka, memiliki akses terhadap layanan-layanan penting ini.

Aspek penting lainnya dari MDG99 adalah fokusnya pada keberlanjutan. Sasaran ini mengakui bahwa menyediakan akses terhadap air bersih dan sanitasi saja tidak cukup – layanan ini harus dipertahankan dalam jangka panjang untuk memastikan manfaat jangka panjang. Hal ini berarti membangun infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim dan bencana alam, serta berinvestasi dalam pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat lokal untuk mengelola dan memelihara sistem air dan sanitasi mereka.

MDG99 juga mendorong inovasi di sektor air dan sanitasi. Teknologi baru, seperti sistem pemurnian air dan toilet pengomposan, sedang dikembangkan untuk memberikan solusi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi. Selain itu, kemitraan antara pemerintah, organisasi nirlaba, dan sektor swasta sedang dibentuk untuk memanfaatkan sumber daya dan keahlian guna mencapai tujuan MDG99.

Secara keseluruhan, MDG99 merevolusi akses terhadap air bersih dan sanitasi dengan menetapkan target ambisius, memprioritaskan populasi rentan, mendorong keberlanjutan, dan mendorong inovasi di sektor ini. Dengan bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan ini, kita dapat memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi – sebuah hak asasi manusia yang penting untuk kesehatan, martabat, dan pembangunan.

Tags: